Newest Post
// Posted by :Unknown
// On :Jumat, 11 Mei 2012
|
Letak
|
|
|
Provinsi
|
|
|
Kota
|
|
|
Kecamatan
|
|
|
Kelurahan
|
|
|
Alamat
|
Jalan Stasiun
Raya Purwokerto
|
|
Sejarah
|
|
|
Informasi Lain
|
|
PT. Kereta Api
(Persero) Daerah Operasi V Purwokerto atau disingkat dengan DAOP 5 Purwokerto
adalah salah satu daerah operasi perkereta-apian terluas di Indonesia, di bawah lingkungan PT Kereta Api
(Persero) yang berada di bawah Direksi PT Kereta Api (Persero)
dipimpin oleh seorang Kepala Daerah Operasi (KADAOP) yang berada di bawah dan
bertanggung jawab kepada Direksi PT Kereta Api (Persero).
Daerah Operasi V
Purwokerto memiliki beberapa stasiun besar, di
antaranya adalah stasiun Purwokerto,
Stasiun Kutoarjo, Stasiun Kroya, dan Stasiun Cilacap, sedangkan stasiun kereta
api kelas menengah di antaranya adalah Stasiun Kebumen, Stasiun Gombong, Stasiun Sumpiuh, Stasiun Bumiayu, Stasiun Prupuk, Stasiun Karanganyar
dan Stasiun Slawi. Gudang kereta api berada di
Stasiun Purwokerto,
sedangkan dipo lokomotif
berada tak jauh dari Stasiun Purwokerto.
Kereta api
Kereta api
penumpang yang berada di bawah pengoperasian DAOP 5 Purwokerto di antaranya
adalah:
Kereta api
Purwojaya, kereta campuran eksekutif dan bisnis tujuan kereta
campuran eksekutif dan bisnis tujuan Stasiun Gambir-Stasiun Cilacap
Kereta api
Sawunggalih Utama, kereta bisnis tujuan Stasiun Pasarsenen
Jakarta-Stasiun Kutoarjo
Kereta api
Bogowonto , kereta Ac Ekonomi tujuan Stasiun Pasarsenen
Jakarta-Stasiun Kutoarjo
Kereta api Serayu, kereta ekonomi tujuan Stasiun Jakarta
Kota-Stasiun Kroya
Kereta api
Kutojaya Utara, kereta ekonomi tujuan Stasiun Tanahabang-Stasiun Kutoarjo
Kereta api Kutojaya
Selatan, kereta ekonomi tujuan Stasiun Kiara
Condong-Stasiun Kutoarjo
Kereta api Logawa, kereta ekonomi ekspress
tujuan Stasiun Purwokerto-Stasiun Jember
Tata laksana
Dalam melaksanakan
tugasnya Kepala Daerah Operasi dibantu para Kepala Seksi, Pemeriksa Kas
Daerah, HUMASDA dan para Kepala UPT wajib menerapkan prinsip-prinsip koordinasi, konsolidasi,
integrasi, sinkronisasi dan komunikasi pada satuan organisasi masing-masing dalam lingkup Daerah Operasi dan dengan satuan organisasi lain di dalam dan
di luar PT Kereta Api
(Persero);
Setiap pemimpin
satuan organisasi di dalam lingkungan PT Kereta Api
(Persero) bertanggung jawab memimpin dan mengoordinasikan bawahannya
masing-masing, serta berkewajiban untuk memberikan bimbingan. pengarahan dan
keteladanan bagi bawahan untuk kelancaran pelaksanaan tugas.;
Setiap pemimpin
satuan organisasi berkewajiban untuk selalu mengikuti dan menaati petunjuk
pelaksanaan teknis, prosedur kerja, reglemen (peraturan dinas) dan peraturan
umum yang berlaku, bertanggung jawab kepada atasan masing-masing, serta selalu
menyampaikan laporan berkala kepada atasannya secara tepat waktu;
Setiap laporan
yang diterima dari pemimpin satuan organisasi di bawahnya wajib diolah dan
dipergunakan sebagai bahan untuk menyusun laporan lebih lanjut, pemberian
pengarahan kepada bawahan dan bahan untuk melaksanakan kelancaran pekerjaan;
Para Kepala Seksi,
Pemeriksa Kas Daerah, HUMASDA dan Kepala UPT menyampaikan laporan kepada Kepala
Daerah Operasi berdasarkan laporan yang diterima dari para bawahan untuk
selanjutnya Kepala Daerah Operasi menyusun laporan berkala tentang
Kegiatan Daerah Operasi;
Dalam menyampaikan
laporan kepada atasan tembusan laporan wajib disampaikan kepada Kepala Satuan
Organisasi lain yang secara fungsional mempunyai hubungan kerja;
Dalam melaksanakan
tugas pokoknya para Kepala Satuan Organisasi wajib berpedoman kepada uraian
jabatan (Job Description) dan peraturan-peraturan yang masih berlaku.
Lintas Operasi
Lintas tak
beroperasi
Lintas Karanganyar
- Karanggayam .
Lintas
Banjarnegara - Wonosobo .
Lintas Sokaraja -
Purwbalingga.
Tugas pokok
menyelenggarakan
pengusahaan angkutan kereta api.
merumuskan dan
menyusun program pembinaan angkutan penumpang dan/atau barang.
pengendalian
pelaksanaan angkutan penumpang dan/atau barang di wilayah Daerah Operasi.
Fungsi
Pengelolaan sumber
daya manusia (SDM), administrasi kerumahtanggaan dan umum, pertimbangan dan
bantuan hukum, serta pengujian, pengendalian dan pembinaan hygiene perusahaan,
kesehatan (HIPERKES) dan keselamatan kerja.
Pendayagunaan
keuangan, serta pelaksanaan dan pembinaan anggaran dan akuntansi.
Pemeriksaan kas
daerah.
Pelaksanaan hubungan
masyarakat di daerah.
Pelaksanaan dan
pengendalian operasi dan pemasaran.
Pemeliharaan dan
pengendalian sinyal, telekomunikasi dan listrik umum.
Seksi-seksi
Seksi Sumber Daya Manusia
dan Umum.
Seksi Keuangan.
Pemeriksaan Kas
Daerah.
Hubungan
Masyarakat Daerah (HUMASDA).
Seksi Jalan Rel
dan Jembatan.
Seksi Operasi dan
Pemasaran.
Seksi Sinyal,
Telekomunikasi dan Listrik.
Dipo Lokomotif
Purwokerto (PWT)
Dipo ini terletak
di Kota Purwokerto. Dipo ini salah satu dipo terbaik di Jawa Tengah. tak jauh
dari Stasiun Purwokerto.
Ketersediaan lokomotif di dipo ini tidak terbilang banyak, memiliki beberapa
lokomotif diesel hidraulik dan beberapa diesel elektrik. Lokomotif itu
digunakan untuk beberapa dinasan kereta penumpang maupun kereta barang.
Beberapa Lokomotif Elektrik di Dipo Purwokerto. CC 201 : CC20149 - CC20171
CC 204 : CC20412,CC20411,CC20427 Dipo ini salah satu dipo terbaik di Jawa Tengah. Bukan karena ketersediaan
lokomotif, tetapi karena fasilitas yang keren dan kebersihan dipo. Alokasi
lokomotif CC201 di dipo ini tidak terlalu banyak.
Lokomotif-lokomotif itu digunakan untuk dinasan beberapa kereta penumpang.
Peta
Berikut ini adalah
peta Daerah Operasi V Purwokerto.
Peta Jalur Kereta
Api Daerah Operasi V Purwokerto berdasarkan Kabupaten.
Stasiun kereta api
Stasiun Prupuk (PPK, +96 m dpl)
Stasiun Linggapura
(LG, +206 m dpl)
Stasiun Bumiayu (BMA, +296,45 m dpl)
Stasiun Kretek (KRT, +345 m dpl)
Stasiun Patuguran (PAT, +388 m dpl)
Stasiun Kranggan
(KGG, +489 m dpl, stasiun tertinggi di jalur Prupuk-Purwokerto)
Stasiun Karangsari
(KRR, +463 m dpl)
Stasiun
Karanggandul (KGD, +392 m dpl)
Stasiun Purwokerto
(PWT, +305 m dpl)
Stasiun Notog (NTG, +245 m dpl)
Stasiun Kebasen (KBS, +174 m dpl)
Stasiun Randegan (RDN, +131 m dpl)
Stasiun Kroya (KYA, +118m dpl)
Stasiun Kroya (KYA, +111 m dpl)
Stasiun Kemranjen (KJ, +132 m dpl)
Stasiun Sumpiuh (SPH, +157 m dpl)
Stasiun Tambak (TBK, +155 m dpl)
Stasiun Ijo (IJ, +176 m dpl)
Stasiun Gombong (GB, +161 m dpl)
Stasiun Karanganyar
(KA, +174 m dpl)
Stasiun Sruweng (SRW, +159 m dpl)
Stasiun Soka (SKA, +150 m dpl)
Stasiun Kebumen (KM, +146 m dpl)
Stasiun Wonosari (WNS, +135 m dpl)
Stasiun
Kutowinangun (KWN, +123 m dpl)
Stasiun Prembun (PRB, +119 m dpl)
Stasiun Butuh (BTH, +113 m dpl)
Stasiun Kutoarjo (KTA, +116 m dpl)
Stasiun Jenar (JN, +91 m dpl)
Stasiun Wojo (WJ, +66 m dpl)
Stasiun Maos (MA, +65 m dpl)
Stasiun Cilacap (CP, +18 m dpl)
Stasiun Banjar(BJR, +56 m dpl)
Stasiun Lebeng (LBG, +61 m dpl)
Stasiun Kasugihan (KSU, +63 m dpl)
Stasiun Sidareja (SDJ, +116 m dpl)
Stasiun Gandrungmangu (GAU, +91 m dpl)
Stasiun Kawunganten
(KAW, +63 m dpl)
Stasiun Jeruklegi (JRG, +63 m dpl)
Stasiun Maos (MA, +66 m dpl)
Catatan: Stasiun
besar yang bercetak miring tebal, dan stasiun menengah yang bercetak miring.
